Dari dulu aku tau banget bahwa bangun rumah tu kerjaan besar dan susah. Selain tanah tempat bangunnya kudu ada, duitnya kudu siap, rancangan/design dan terakhir mental juga karena pasti godaaan-nya gede...
Nah berkaitan dengan ini nih...
Dulu aku pernah add di blog ini gambar rumah idamanku, dan ternyata pada kenyataannya manusia harus berkompromi dgn keadaan (baca : kenyataan hidup :))))
Kenyataan pertama adalah :
1. Tanah, dulu pengennya usaha sendiri pake uang sendiri, fakta : harus mengakui diberikan orang tua pun harus disyukuri karena itu cara Tuhan bantu kita juga.
2. Waktu, dulu pengennya sebleum menikah dah punya, fakta : harus ngontrak dulu.
3. Rancangan/desain, dulu pengennyayang tropis, fakta : selera berubah kearah klasik modern, karena lebih stabil dan everlasting...(ini dgn mempertimbangkan bujet dan perawatan...)
4. BUjet, dulu pengennya nabung dikit-dikit, fakta : gak bisa, harus mengerahkan segala daya upaya termasuk menggunakan sumber dana lainnya yang sah dan tidak mengikat (ha...ha...ha...bantuan dari BTO -Bank Tabungan Orangtua);
5. Mental, dulu heran liatin temen-temen kenapa jd tegang kalo bangun rumah, fakta : emang harus tarik ulur pendapat, baku hantam kata-kata dalam segala kondisi.
ini belum mempertimbangkan pendapat orang, gangguan lain-lainnya....
Btw, ketegangan ini memang harus dijalani dan aku sedang berusaha menikmati...meskipun tetep butuh dukungan Tuhan untuk membuatku bisa berpikir jernih, sabar, dan mengentahui dgn jelas kehendakNya....
Beberapa hal yang harus kusyukuri :
1. Tanah, dapet tempat yang baik dan tidak harus beli. Puji Tuhan;
2. Beberapa material, dapat dukungan dari kelaurga, sehingga meringankan beban...Puji Tuhan;
3. Gambar design, dapat orang yang ahlinya dan sabar dengan kecerewetan kita, thank Mbak Ade...
4. Punya Dia yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih......
04 Mei 2009
RUMAH...RUMAH IMPIAN...DULU DAN KINI
Diposkan oleh
riska
di
10:58:00 AM
1 komentar
Link ke posting ini
16 Maret 2009
SOPHAHOLIC
Kemaren abis nonton Confessions of a Sophaholic, film yg udah kutunggu-tunggu karena aku seneng abis sama semua novel seri sophaholic ini.
Puas?
Yah emang sedikit gak pas ama novelnya, ceritanya kan di London, kk jadi NY. But, afterall, semua begitu menyenangkan.
Cuma kenapa Luke gak begitu tinggi ya?
Btw, sekali lagi
si Isla Fisher juga terlalu manis utk jadi Becky. Kayaknya yang pas jadi Becky adalah ...siapa menurut anda?
Well, aku juga gak begitu keberatan sebenarnya dengan mereka, selama gambar-gambar yang ditampilkan menyenangkan.
He..he..he
selamat menonton
Diposkan oleh
riska
di
2:45:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
12 Maret 2009
Sok sibuk, ternyata FB-an :)))
Nah apa yang anda lakukan akhir-akhir ini?
Sekali ini saya akan mengaku dosa dengan takzim, saya terlalu rajin ber-FB-ria.
Yap, entah lagi repot or sedang repot banget (walah...sok banget sih)
tetap aja FB jalan, sejak ada saluran internet ke mejaku langsung, aku merasa berhak untuk menghibur diri dengan ber FB, emskipun juga ngecek mail dan cari referensi lewat google.
Kenapa aku enkat melakukan dosa, berkorupsi waktu dengan ber FB ria?
Pertama:
aku merasakan manfaatnya untuk mengendorkan saraf kalo lagi diskusi berat ttg hal-hal berat.
Meski lagi meeting dengan Kabag, di ruanganku, or bahkan Bapaknya didepan mejaku, aku bisa tetap ngedep laptop sambil nulis comment di FB, sambil tetep pasang telinga ke diskusi kita.
Jadi sekaligus menguji multitasking-ku dan menyalurkan hobi bersosialisasi ku.
Kedua
Aku jadi ngerti kabar temen-temenku disenatero jagad. Meskipun sampai saat ini baru 47 orang. tapi hari gini adalah sebuah keluarbiasaaan ditengah kesibukan ini (cie....), bisa berkomunikasi dengan mereka semua. i love u all guys....
Ketiga
Ada peluang bisnis yang bisa didapat karena ngobrol dan cerita kehidupan kita by FB ini. Karena satu media, bisa chat juga.
Terpujilah dirimu Mark karena menemukannya.
Keempat
Aku jadi gak bosen dengan internet....
Yah menurutku ini penting. Karena aku sempet bosen dgn media ini. Aku hanya butuh kalo nyari referensi kerjaan aja. Aku gak merasa terlibat. Nah media ini membuatku tetep merasa terlibat atau istilah kerennya 'in', gitu....
Kelima
Untuk memamerkan fotoku...sifat narsis yang ada semakin menjadi-jadi.....
Diposkan oleh
riska
di
2:40:00 PM
2
komentar
Link ke posting ini
28 Februari 2009
Nurani dalam Bekerja
Semua orang mungkin tau bekerja adalah buah dari dosa adam, yang harus dipanggul oleh kita manusia sampai sekarang.
Tapi disisi lain, bekerja adalah anugerah Tuhan untuk manusia bisa mandiri dan berarti dalam hidupnya.
Tapi, kenapa akibat dosa yang kita jalani sering kali justru menimbulkan dosa baru.
Dan anugerah itu justru sering tidak disyukuri tapi jadi alat untuk melupakan Tuhan.
Ini ironi orang bekerja. Aku kira tidak hanya di pegawai, tapi pengusaha, profesional dan lain sebagainya....
Kalo pegawai, karena kita berada dalams ebuah sistem, sulit sekali bagi kita berdiri dengan keyakinan kita dan memperjuangkannya. SEring kali justru kita lebih banyak berkompromi.
Kalo profesional, sering kali berusaha eksis dengan mempertahankan klien dengan ketidakjujuran.
Kalo pengusaha, sering kali persaingan menimbulkan ketakutan yang mendorong kita menghalalkan segala cara.
Nah, dalam konteks sebagai PNS, saya bersyukur sejauh ini tekanan seperti diatas sebagai pegawai tidak terlalu besar. Saya dikelilingi oleh orang-orang yang sangat suportif, dari bos saya, rekan dan staf saya.
Kalau pun ada permasalahan lebih ke personal, dan tidak mengarah ke intrik yang saling menjatuhkan.
Paling banter menggosip sana dan menggosip sini.
Setelah saya lihat, ternyata ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai awal kita bekerja:
1. Bekerja hanya untuk Tuhan
artinya, jangan pernah bekerja dengan ekspektasi mencari uang, mencari jabatan, atau mencari eksistensi. Percaya deh...kita akan capek sendiri dan jadi sasaran berbagai kelompok yang muncul di birokrasi.
2. Bekerja dalam konteks belajar
artinya, bekerja adalah proses belajar seumur hidup, jadi harus sungguh0sungguh dan berhati-hati. Sehingga tidak gegabah dan kita senantiasa mengupdating ilmu kita. Ini menjadikan kita
3. Bekerja dengan profesional
artinya, kita mengedepankan integritas dan kompetensi dalam bekerja, bukan mengandalkan orang lain dan menunda pekerjaan
4. Bekerja dengan humble
artinya, kepada atasan kita bisa menaruh hormat tanpa berpikir siapa dan bagaimana atasan kita (terkesan naif baget ya?) tapi emang Tuhan memerintahkan kita menghormati pimpinan kita. Kepada teman kita bisa bekerjasama dengan enak karena tidak ada yang merasa digurui dan disaingi. kepada bawahan kita bisa melayani mereka dengan bimbingan dan arahan, bukan perintah dan kekerasan.
5. Positive thinking
Ini penting, bukan naif. Kebiasaaan ini akan menolong kita dalam kondisi apapun.Supaya kita tahu sistem nilai yang benar dan apapun yang terjadi disekitar kita, kita bisa mengambil keputusan dalam trek yang tepat dan tidak terpengaruh kondisi sekitar.
Ini beberapa hal yang aku catat ketika malam ini berpikir betapa banyak dalam bulan ini aku mengeluh tentang pekerjaanku.
Seharusnya aku bersyukur, karena kesibukan itu menandakan aku diberi kepercayaan, dan kepercayaan itu adalah kesempatan untukku memberi pengaruh, entah sekecil apapun itu. Jadi garam itu akan berasa....dan api itu akan memancarkan sinarnya....
Thanks God, 4 all Yo've done to me.
Diposkan oleh
riska
di
10:35:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
28 Januari 2009
PELANTIKAN
Pagi tadi, aku baru saja mengikuti pelantikan Pejabat Struktural Eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar paska peentapan Organisasi dan Tata Kerja baru berdasarkan PP Nomor 41 Tahun 2007.
Banyak banget emang yang dilantik, sekitar 500 orang, dan itu pun belum seluruh jabatan terisi, karena masih ada sekitar 400 kotak jabatan lagi yang belum diisi.
Aku masuk dalam kloter pertama tadi pagi. Meskipun aku sudah dapat mengira-ira akan dimana posisiku. Namun tak urung ketika panggilan itu datang pukul 09.50 tadi pagi, bahwa aku diundang pelantikan di Pendopo Rumah Dinas pagi ini jam 10.00 WIB. (10 menit lageee....), hatiku sempat dag dig dug juga. Cuma kembali kutenangkan diriku dan berkata, bahwa aku harus siap ditempatkan dimanapun.
Toh ketika membahas Perda SOT itu pun aku sadar sekali konsekwensi logisnya, adalah semua jabatan dalam posisi kosong. Siapapun juga bisa mengisinya.
Tapi namanya manusia, tetap aja zona nyaman itu selalu menjadi dambaan apalagi aku orang yang sangat malas beradaptasi dengan hal-hal baru.....
Pelantikan dimulai dari pembacaan nama-nama pejabat yang menduduki eselon II, kemudian III dan akhirnya sesuai dengan pangkatku dan eselon jabatanku sebelumnya, eselon IV. Sampai pada nomer belasan, akhirnya namaku disebut, dan setiap kali orang berhenti sejenak pada kata 'Ferriska', maka aku pun turut terdiam, sama dengan terdiamnya setiap orang yang pertama kali membaca namaku dan berkeryit tidak yakin dengan yang dibacanya, dan kemudian "Rajagukguk", maka terdengar bunyi gerrrr.....diseluruh ruangan.
Oh...nasibku terlahir di keluarga batak dengan marga yang cukup unik, "King Of Dog", Rajagukguk.....
Dari dulu, jangankan di Pulau Jawa ini , di Pematangsiantar, Kabanjahe, dan Medan-daerahku sono, ketika aku sekolah dulu pun, orang masih ger......dengan margaku.Soal ini kuceritakan dilain waktu saja ya...
Kembali ke cerita semula, aku menjadi Kepala sub bagian perundang-undangan, persis sama dengan jabatanku sebelumnya. Puji Tuhan, Dia masih memberikan kesempatan padaku untuk belajar lebih banyak lagi.............
Btw, Mas Aris dapet pos baru yang sama sekali belum pernah ada di perangkat daerah lalu, he...he...soal masku ini emang dia selalu ketiban bagian babat alas...terus....
Tuhan memberkatimu Mas. Puji Tuhan......
Dia dilantik di Kepala Seksi energi Sumber Daya Mineral Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum.
Oh, ya satu lagi yang aku pelajari dari peristiwa hari ini,
bahwa manusia bisa menginginkan sesuatu, berharap sesuatu, berusaha untuk mewujudkannya, bahkan menghalalkan segala cara, namun hanya Tuhan yang mengizinkan apapun yang terjadi di muka bumi ini.
Mungkin disisi lain kita berpikir kurang tepat, tidak benar dan tidak layak. Tetapi satu hal yang harus diingat, jika Tuhan mengizinkan, maka Dia pasti punya rencana akan semua itu......
Dari kesadaran ini aku belajar:
tidak menghakimi, tidak iri, menghormati siapapun, tidak mengukur orang berdasarkan siapa dia, tetapi ciptaan siapa dia.
selamat bertugas teman-teman....bapak-bapak...ibu-ibu.....dan terima kasih Ibu Bupati Rina dan Tim Baperjakat yang memberi kepercayaan, juga akhirnya terima kasih Tuhan yang mengizinkan itu terjadi pada jalan hidupku.
Akhirnya, bantu aku ya Tuhan mengerjakan tugasku dengan baik, tepat dan benar dihadapanMu. Berilah aku kebijaksanaanMu dan karunia hikmatMu.
Amin.
Diposkan oleh
riska
di
5:04:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
